
Menyimak lagunya Eugene Wilde, First Love Never Dies yang dipopulerkan pada awal tahun 90an serasa kembali ke masa ABG. Pasalnya, kalau dihayati lirik lagunya, "We never really said goodbye.. We never really said its over" seolah menyatakan bahwa chemistry yang kita mulai zaman baheula ternyata tidaklah benar-benar pudar. Minimal ada 'serrrr nud' kalau bertemu kembali kata Wa Kepoh, sang pendongeng kawakan.
Mengingkari perasaan tersebut? Seandainya teman kita yang berkata begitu, tentunya bagi kita sebagai penonton tidaklah berarti banyak, "Sabodo teuing" kali. Namun toh kita bisa melihat sendiri dari gestur tubuhnya kadang menunjukkan ketidaktenangan seolah berusaha membantu menyembunyikan perasaannya saat melihat sang mantan alias popotongan.

Perasaan suka ataupun cinta tidaklah dapat disangkal lagi merupakan anugrah dari Sang Pencipta. Telah menjadi fitrah setiap manusia untuk saling menyukai di antara lawan jenis. Perasaan yang tumbuh di kala usia kita belum matang biasanya dibarengi dengan sikap 'kumaha engke, bagaimana nanti' yang penting dibuatlah tirai-tirai pelangi supaya hari demi hari berganti dengan satu jenis perasaan, indah dan indah.. Oleh karena itu penting sekali bagi orang tua untuk mengkomunikasikan fase tersebut kepada putra-putrinya supaya tidak terjerumus ke pada jurang yang menuju kehancuran masa depannya. Nah pada saat si anak bisa melewati fase itu dengan selamat, maka akan tersisa serpihan-serpihan memori yang cukup indah untuk dia kenang.
Kita manusia sebagai salah satu makhluk ciptaan Allah SWT, bahkan yang jejadiannya paling sempurna bahkan diberi amanat sebagai khalifah di muka bumi. Mungkin kita semua juga sudah mengetahui kita di dunia ini sudah berada di level 3 dari 5 level yang dia akan jalani, yaitu level 1 Alam Ruh, level 2 Alam Rahim atau dalam kandungan dan level 3 Alam Dunia ini. Saya yakin kita semua tidak ada yang bisa mengingat peristiwa-peristiwa di kedua alam sebelumnya, tidak seperti main game komputer atau PS yang sudah ngelotok di level 1 dan 2 (maklum pasti sering diulik sebelum naik level kan :)).
Kejadian di alam ruh walaupun tidak kita ingat bisa kita ketahui lewat ayatNya yaitu:
D a n ( i ngatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allahmengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Merekamenjawab: "Betul (Engkau Tuban kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di harikiamat kamu tidak mengata- kan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengahterhadap ini (keesaan Tuhan)",
( QS. Al A'raf 7:172 )

Pada saat itu, kita sebagai ruh, mengakui Allah sebagai Tuhan dengan penuh didasari kecintaan karena Allah juga menciptakan manusia dengan dasar cinta pula. Jadi teman, jadikan cinta pertama ini sebagai cinta yang abadi dalam hidup kita. Cinta kepada Allah sebagai platform cinta kepada yang lainnya, kepada istri, anak, orang tua dll agar cinta kepada makhluk tidak membutakan cinta kepada Allah SWT. Dan yang terpenting, kemanakah kita berpulang kawan selain ke haribaan Khaliq yang tercinta. Itulah idamkan kita semua, semoga tercapai. Amiin ya Rabbal 'Aalamiin.
Wallahu a'lam - Nyoba lagi nulis nih *tertantang*

