Fantastis 6 - 1! Demikian ketika saya sampai di rumah, orang-orang menghambur keluar untuk memberikan komentar. Ya, Persib memang menjadi idola masyarakat Bandung bahkan Jawa Barat. Jarang-jarang Persib menang besar. Dalam hati kecil juga saya merasa senang melihat orang-orang bergembira termasuk si sulung pecandu sepakbola atawa futsal. Persib masih belum stabil komentar beberapa pengamat. Ketakstabilan tersebut berbuah pada posisi Persib yang hanya mangkal di posisi tengah, bahkan pada awal kompetisi sempat berada di papan bawah.
Stabil dalam hal prestasi apakah prestasi kerja atau akademis adalah nilai standar yang minimal. Ketika Persib bisa menang telak maka ke depannya mereka akan dituntut untuk bisa tetap seperti itu. Dalam kehidupan sehari-hari, sesungguhnya kita memiliki target harian minimal dalam benak kita. Saya hari ini harus bisa mencapai ini, itu dsb.
Dalam konteks amal ibadah seorang muslim harus lebih baik daripada hari sebelumnya. Seandainya hari ini sama dengan sebelumnya maka sudah dikatakan merugi. Kenapa? Ya karena faktor waktu yang tidak ada remedial meminjam istilah akademis. Waduh bagaimana padahal ada sinyalemen bahwa iman seorang manusia itu kadang bertambah kadang berkurang, yaziidu wa yankusu, dalil yang jadi pembenaran di kala kita sedang futur (malas). Padahal lengkapnya seharusnya adalah al-immanu yaziidu bit-to'ah wa yankusu bil-ma'siyah yang artinya iman itu bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan maksiyat.
Tuh kan benar ada tips biar iman kita selalu meningkat yaitu dengan selalu melaksanakan ketaatan. Atuh gimana kan lagi males. Salah satu tips terkait agar selalu istiqomah dalam beramal adalah kerjakan amal itu sedikit-sedikit dahulu kemudian meningkat perlahan kualitas dan kuantitasnya jangan langsung breeg trus ilang. Sesungguhnya Allah tidak akan bosan sampai kamu sendiri yang bosan demikian kata ulama.
Kembali ke pertanyaan di atas apakah stabilitas amal itu mungkin? Jawabannya adalah mungkin, bahkan sangat mungkin. Berlindunglah kepadaNya. Ukurlah amal-amalmu setiap malam, haasibuu anfusahum qobla antuhaasabuu, hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab di yaumil akhir nanti. Hisab itu untuk mengukur kemampuan diri, oh hari ini aku baru bisa sholat Tahajud 2 rakaat, baru bisa tilawah 1 halaman... ya lakukan terus jangan dahulu ditambah sampai kamu benar-benar merasa enjoy. Baru setelah nyaman tingkatkan kualitas dan kuantitasnya. Sederhana bukan, tinggal praktiknya saja ya. Mari sama-sama tingkatkan amal ibadah kita dan ciptakan stabilitas kualitas amal ibadah kita.
Wallaahu a'lam.
Antapani, 27 Januari 2010

